DPP-PPRI Turut Prihatin Krisis Transparansi Di Desa Tanah Merah

Terbaru485 Dilihat
Faktarealita.com, Pekanbaru – Dewan Pimpinan Wilayah Perkumpulan Pimpinan Redaksi Intelektual (DPP – PPRI) melalui Ketua Putra Rezeky, S.PdI prihatin penggunaan Anggaran Dana Desa (ADD) Kepala Desa Tanah Merah H. Syahrul Amri Nasution sejak menjabat 2013 silam banyak mendapat protes dan menjadi perbincangan hangat masyarakat karena tidak transparan.(05/06/2024).
Mengutip situs Kemendesa.go.id, berikut ciri-ciri anggaran desa tidak efektif dan tidak transparan :
Pekerjaan dilapangan tidak sesuai dengan RAB yang telah ditentukan.
Kantor desa seperti dinasti banyak memakai keluarga Kades.
Kades memegang  semua peran dari pekerjaan sampai dengan anggaran pelaksana,tanpa melibatkan aperatur lainnya.bendahara keuangan hanya berfungsi sebagai pengambilan dana dari Bank saja.
Apabila Perangkat desa yang jujur dan vokal bakal “disingkirkan”,
Banyak kegiatan yang tidak diketahui oleh aperatur seperti RW,RT dan masyarakat.
BUMDES tidak berkembang,
Belanja barang / jasa di Monopoli Kades,
Tidak ada sosialisasi terkait kegiatan kepada masyarakat.
Menurut Putra salah satu contoh terbaru ADD proyek tahun 2024 Semenisasi JL. Poros RW. 06 Dusun III Volume 50 x 4 x 0,5 M, Biaya Rp. 42.606.264 yang tidak diketahui oleh RT RW setempat.
“Kades Tanah Merah ini sudah sering menjadi perhatian publik, mulai dari kontroversi yang dilaporkan warganya sendiri ke DPRD Kampar tahun 2020 silam,dengan Mosi tidak percaya, laporan beberapa LSM Ke Kejari Kampar tentang dugaan korupsi ADD tahun 2028 dan tahun 2022,
Baru – baru ini semenisasi di Dusun III RW 06, RT 04 tidak mengetahui padahal pengerjaan proyek semenisasi  tersebut secara swakelola atau padat karya,”ujar Putra.
Ditempat terpisah tim media meninjau lokasi semenisasi,
Salah seorang aparatur RW 06 mengaku kaget ketika di daerah sendiri ada pekerjaan tetapi tidak diketahui atau diberitahukan ada pelaksanaan simenisasi.
“Tentukan saya sebagai RT kaget dan kecewa tiba – tiba ada semenisasi, saya coba hubungi RW juga demikian, menurut kami juga semenisasi di jalan ini kurang efektif juga,”ujar salah satu aperatur RW 06.
Kepala Desa Tanah Merah H. Syahrul Amri Nasution belum dapat memberikan penjelasn(**)red/tim(Eko)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *